Selasa, 08 September 2009

Lima Tingkatan Doa

Ada lima tingkatan doa yang akan mengantarkan seseorang dalam mencapai kebahagiaannya. Setiap tingkatan akan memberikan hasil yang kualitas dan kuantitasnya berbeda.
PERTAMA
Doa yang berdagang dengan Allah. Inilah doa yang sangat egoistik dan berorientasi pada keuntungan pribadi. Kebahagiaannya bersifat jangka pendek, individual, dan sempit.
Memandang Allah sebagai partner bisnis yang harus dieksploitasi, dan dikeruk sebanyak-banyaknya. Biasanya, ia suka menyebut-nyebut kebaikan yang telah dilakukannnya.
KEDUA
Adalah doa yang menempatkan Allah sebagai Tuhan tempat bergantung segala masalah kehidupannya. Orang yang berdoa dengan cara ini merasakan rasa aman lebih besar dalam hidupnya dibandingkan cara pertama. Karena ia merasa memiliki pelindung dan tempat curhat yang bisa dipercaya. Ia pun sering meminta segala yang dibutuhkannya kepada-Nya.
Kelemahannya, ia bisa terjebak menjadi orang yang peminta-minta. Segalanya dimintakan kepada Allah, dan kemudian menjadi malas bekerja. Padahal Allah menyukai orang yang bekerja keras dalam mencapai kesuksesannya.
KETIGA
Adalah orang yang berdoa dengan rasa malu kepada Allah. Ia berusaha untuk bersikap lebih santun kepada-Nya. Tidak berdagang, juga tidak minta ini minta itu semau-maunya, karena ia tahu bahwa Allah adalah Dzat Maha Mengetahui dan Maha Pemurah.
Dia sudah mengerti apa yang dibutuhkan hamba-hamba yang berdoa kepada-Nya. Dan Dia pasti memberikan yang terbaik. Karena itu, dalam doa tingkat ketiga ini seseorang yang berdoa tidak lagi berdoa lama, panjang, dan detil. Ia lebih pintar dan cerdik dalam berdoa.
Doanya strategis, pendek, dan berserah diri kepada Allah. Ia selalu meminta apa yang terbaik buat dirinya. Apa yang dibutuhkannnya, bukan apa yang diinginkannya. Maka kebahagiaan yang diterimanya pun semakin bermakna.
KEEMPAT
Adalah doa orang-orang yang bijak. Bukan hanya cerdik dan pintar. Orang yang bijak adalah orang yang ketika berdoa tidak menyuruh Tuhan, melainkan berterima kasih kepada Allah. ia sudah tahu, bahwa ia tak pernah berdoa minta ini minta itu, karena dengan berterima kasih dan bersyukur kepada-Nya pun Allah akan terus menambahkan kenikmatan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Kehidupannya berkelimpahan dan berkecukupan, di dunia dan akhirat, karena rasa syukurnya.
KELIMA
Adalah doa orang yang dekat dengan Allah. Yaitu orang yang tidak pernah berpikir untuk meminta kepada Allah, karena ia tahu bahwa Dia selalu memberi apa yang kita butuhkan sebelum kita meminta. Yang ada dalam pikirannya justru adalah bagaimana ia bisa 'membantu' Allah untuk menebarkan rahmat bagi makhluk-makhluk-Nya.
Semangatnya bukan meminta-minta, melainkan jihad fi sabilillah - berjuang dan beramal kebajikan sebanyak-banyaknya di jalan Allah. Ia tahu persis inilah misi sesungguhnya seorang muslim - rahmatan lil alamin...
Wiridannya setiap hari - dari bangun tidur sampai tidur kembali adalah: bagaimana saya bisa menebarkan rahmat dan karunia Allah kepada orang lain yang membutuhkan. Saya sudah diberi Allah, maka saya pun mesti memberikan kepada orang lain...
Hidupnya selalu penuh dengan rasa syukur. Yang dihitung-hitungnya setiap hari bukanlah 'apa lagi yang harus saya peroleh' hari ini, melainkan 'apalagi yang sudah saya terima' hari ini. Kemudian mensyukurinya. Dan melimpahkan kepada orang lain seberapa pun yang ia mampu melakukannya. Maka, ia memperoleh tambahan lagi dari Allah karena telah mensyukuri nikmat-Nya, dan melimpahkan lagi kepada hamba-hamba-Nya yang membutuhkan pertolongan.
Ia telah berdoa kepada Allah dengan cara 'bersyukur dan berbuat' di jalan-Nya. tak ada ucapan meminta yang keluar dari mulutnya. Juga tak ada ungkapan doa yang terbisik dalam hatinya. Yang ia bisikkan dalam hati maupun lewat mulutnya adalah rasa syukur atas segala karunia-Nya. Dan keinginan untuk beramal kebajikan sebanyak-banyaknya, sebagaimana Allah telah banyak berbuat baik kepadanya.
Semua itu ia jalankan berdasar rasa kasih dan sayang, sebagaimana ia telah menerima demikian banyak kasih sayang itu dari Allah Yang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi, Huwa Ar Rahman Ar Rahim....
QS. Asy Syuura (42):23
Itulah (karunia) Allah (untuk) membahagiakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. katakanlah: "Aku tidak meminta kepada mu sesuatu upah apapun atas apa yang aku perbuat ini kecuali kasih sayang dalam persaudaraan". Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri...
wallahu a'lam bishshawab
============
Dari buku berjudul " Berdoa ataukah MENYURUH TUHAN"
Penulis: Agus Mustofa
Serial ke-23 Diskusi Tasawuf Modern

Jumat, 17 April 2009

Murid Si Pematung

Alkisah, di pinggir sebuah kota, tinggal seorang seniman pematung yang sangat terkenal di seantero negeri. Hasil karyanya yang halus, indah, dan penuh penghayatan banyak menghiasi rumah-rumah bangsawan dan orang-orang kaya di negeri itu. Bahkan, di dalam istana kerajaan hingga taman umum milik pemerintah pun, dihiasi dengan patung karya si seniman itu.
Suatu hari, datang seorang pemuda yang merasa berbakat memohon untuk menjadi muridnya. Karena niat dan semangat si pemuda, dia diperbolehkan belajar padanya. Bahkan, ia juga diijinkan untuk tinggal di rumah paman si pematung.
.
Sejak hari itu, mulailah dia belajar dengan tekun, mengukur ketepatan bahan adonan semen, membuat rangka, cara menggerakkan jari-jari tangan, dan mengenali setiap tekstur sesuai bentuk dan jenis benda yang akan dibuat patung, dan berbagai kemampuan mematung lainnya.
.
Setelah belajar sekian lama, si murid merasa tidak puas. Sebab, menurutnya, hasil patungnya belum bisa menyamai keindahan patung gurunya. Dia pun kemudian menganalisa dengan seksama, lantas memutuskan meminjam alat-alat yang biasa dipakai gurunya. Dia berpikir, rahasia kehebatan sang guru pasti di alat-alat yang dipergunakan.
.
“Guru, bolehkan saya meminjam alat-alat yang biasa Guru pakai untuk mematung? Saya ingin mencoba membuat patung dengan memakai alat-alat yang selalu dipakai guru agar hasilnya bisa menyamai patung buatan Guru.”
.
“Silakan pakai, kamu tahu dimana alat-alat itu berada kan? Ambil saja dan pakailah,” jawab sang guru sambil tersenyum.
Selang beberapa hari, dengan wajah lesu si murid mendatangi gurunya dan berkata,
“Guru, saya sudah berusaha dan berlatih dengan tekun sesuai petunjuk Guru, memakai alat-alat yang biasa dipakai Guru. Kenapa hasilnya tetap tidak sebagus patung yang Guru buat?”
.
“Anakku, gurumu ini belajar dan berlatih membuat patung selama puluhan tahun. Mengamati obyek benda, mencermati setiap gerak dan tekstur, kemudian berusaha menuangkannya ke dalam karya seni dengan segenap hati dan seluruh pikiran. Tidak terhitung berapa kali kegagalan yang telah dibuat, tapi tidak pernah pula berhenti mematung hingga hari ini. Bukan alat-alat bantu yang engkau pinjam itu yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang pematung handal, tetapi jiwa seni dan semangat untuk menekuninya yang harus engkau punyai. Dengan begitu, lambat laun engkau akan terlatih dan menjadi pematung yang baik.”
.
“Terima kasih Guru, saya berjanji akan terus berlatih, mohon Guru bersabar mengajari saya.”
.
Pembaca yang berbahagia,
Untuk menciptakan sebuah maha karya, tidak cukup hanya mengandalkan talenta semata. Kita butuh proses belajar dan ketekunan berlatih bertahun-tahun. Bahkan, meski dibantu alat-alat secanggih apapun, hasil yang didapat sebenarnya sangat tergantung pada tangan-tangan terampil dan terlatih yang menggerakkannya.
.
Demikian pula dalam kehidupan ini, jika ingin meraih prestasi yang gemilang, ada harga yang harus kita bayar! Apapun bidang yang kita geluti, apapun talenta yang kita miliki, kita membutuhkan waktu, fokus dan kesungguhan hati dalam mewujudkannya hingga tercapai kesuksesan yang membanggakan!!!
.
Oleh : Andrie Wongso

Kamis, 16 April 2009

36 STRATEGI SUN TZU

Bab 1 Strategi untuk Menang
Strategi 1
"瞞天過海" (man2 tian1 guo4 hai3)- Perdaya Langit untuk melewati Samudera.
Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.
#
Strategi 2
"圍魏救趙" (wei2 wei4 jiu4 zhao4)- Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao.
Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.
#
Strategi 3
"借刀殺人" (jie4 dao1 sha1 ren2)- Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh dengan pisau pinjaman.) Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (karena kekuatan yang minim atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok aparat musuh untuk menjadi penghianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.
#
Strategi 4
"以逸待勞" - Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga. Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga. Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.
#
Strategi 5
" 趁火打劫"(cheng4 huo3 da3 jie2) - Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya. (Merampok sebuah rumah yang terbakar.)
Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan, ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar. Inilah waktunya untuk menyerang.
#
Strategi 6
"聲東擊西"(sheng1 dong1 ji1 xi1) - Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat. Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya, anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.
#
Strategi 7 "無中生有"(wu2 zhong1 sheng1 you3) - Buatlah sesuatu untuk hal kosong.Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali.
Setelah breaksi terhadap tipuan pertama dan –biasanya- kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. OLeh karenanya, tipuan ketiga adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.
#
Strategi 8
" 暗渡陳倉"(an4 du4 chen2 chang1) - Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang. (Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.) contoh: invasi Sekutu di Normandia dan muslihat Pas de Calais.
Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen. Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.
#
Strategi 9
"隔岸觀火"(ge4 an4 guan1 huo3) - Pantau api yang terbakar sepanjang sungai. Tunda untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antar mereka. Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.
#
Strategi 10
"笑裏藏刀"(xiao4 li4 chang2 dao1) - Pisau tersarung dalam senyum. Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya, anda bergerak melawannya secara rahasia.
#
Strategi 11
"李代桃僵" - Pohon prem berkorban untuk pohon persik. (Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.)
Ada suatu keadaan dimana anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing hitam dimana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.
#
Strategi 12
"順手牽羊"(shun4 shou3 qian1 yang2) - Mencuri kambing sepanjang perjalanan (Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.)
Sementara tetap berpegang pada rencana, anda harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.
#
Bab 3
Strategi 13
"打草驚蛇"(da2 cao3 jing1 she2) - Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya.
Ketika anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan. Perilakunya akan membongkar strateginya.
#
Strategi 14
"借屍還魂"(jie4 shi1 huan2 hun2) - Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya. (Menghidupkan kembali orang mati.)
Ambil sebuah lembaga, teknologi, atau sebuah metode yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan, dan tradisi ke kehidupan sehari-hari.
#
Strategi 15
"調虎離山"(diao4 hu3 li2 san2) - Giring macan untuk meninggalkan sarangnya. Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Giring mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.
#
Strategi 16
"欲擒姑縱" - Pada saat menangkap, lepaslah satu orang. Mangsa yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.
#
Strategi 17
"拋磚引玉" - Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok.
Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil. Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.
#
Strategi 18
"擒賊擒王" - Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya.
Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah loyalitas terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.
#
Bab 4
Strategi 19
"釜底抽薪" - Jauhkan kayu bakar dari tungku masak. (Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.) Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan pondasinya dan menyerang sumberdayanya.
#
Strategi 20
"混水摸魚" - Memancing di air keruh. Sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.
#
Strategi 21
"金蟬脱殼" - Lepaskan kulit serangga. (Penampakan yang salah menipu musuh.) Ketika anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan harus mengonsolidasi kelompok, buatlah sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda yang terlihat.
#
Strategi 22
"關門捉賊" - Tutup pintu untuk menangkap pencuri. Jika anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.
#
Strategi 23
"遠交近攻" - Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga. Jamak diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.
#
Strategi 24
"假道伐虢" - Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo. Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada posisi pertama –untuk diserang-.
#
Bab 5
Strategy 25
"偷梁換柱" - Gantikan balok dengan kayu jelek. Kacaukan formasi musuh, ganggu metode operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah sebuah hal yang berlawanan dengan latihan standarnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang dibutuhkan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.
#
Strategi 26
"指桑罵槐" – Lihat pada pohon murbei dan ganggu ulatnya. Untuk mendisiplinkan, mengontrol, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.
#
Strategi 27
"假痴不癲" – Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan macan. (Bergaya bodoh.) Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Giring lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya.
#
Strategi 28
"上屋抽梯" – Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas (Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.) Dengan umpan dan tipu muslihat giring musuh anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan anda dan sekaligus elemen alam.
#
Strategi 29
"樹上開花" – Hias pohon dengan bunga palsu. Menempelkan kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.
#
Strategi 30
"反客為主" – Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat. Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.
#
Bab 6
Strategi 31
"美人計" – Jebakan indah. (jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.) Kirim musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.
#
Strategi 32
" 空城計" – Kosongkan benteng. (Jebakan psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan jebakan.) Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menuntungkan bagi diri anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda, tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.
#
Strategi 33
" 反間計" – Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya. (Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.) Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.
#
Strategi 34
"苦肉計" – Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh. (Masuk pada jebakan; jadilah umpan.) Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.
#
Strategi 35
"連環計" – Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan (Jangan pernah bergantung pada satu startegi.) Dalam hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeda-beda yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu trategi gagal, anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.
#
Strategi 36
"走為上策"
Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36: lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina:“Jika seluruhnya gagal, mundur” - ”三十六計,走為上策“
Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan konsolidasi pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan. Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan.
#
888 999

Selasa, 24 Maret 2009

HPC Targetkan 12.000 Transaksi Per Hari

23 Maret 2009 SEMARANG-Hitam Putih Electronic Voucher Center (HPC) Semarang, distributor voucher elektronik semua operator menargetkan 12.000 transaksi pulsa per hari. Demikian dikemukakan oleh Direktur HPC Semarang, Rudi M Alief, di sela-sela dealer gathering di lantai II Gedung Pers Jalan Tri Lomba Juang No 10 Semarang, kemarin. Kegiatan itu dihadiri sekitar 70 dealer yang berasal dari Semarang, Kendal, Purwodadi, Kudus, Batang, Ungaran, Salatiga, dan Purworejo. Sejak Oktober tahun lalu, pihaknya memutuskan lepas dari HPC Yogyakarta untuk mengembangkan HPC Semarang beserta mitra kerja. "Kendati begitu, kami masih menggunakan bendera HPC tetapi dengan sistem manajemen baru," jelasnya. Sejak menerapkan manajemen sendiri, menurut dia, ada kemajuan signifikan. Contohnya pada enam bulan pertama transaksi hanya 700 per hari. Namun setelah lepas dari HPC Yogyakarta dalam waktu tiga bulan meningkat 400% atau pada kisaran 3.000 transaksi per hari. "Kalau digabung dengan empat cabang lain di Palangkaraya, Bekasi, Cilacap dan Bukittinggi, sehari bisa 6.000 transaksi dengan omzet Rp 1,5 miliar," tutur Rudi. Ia optimistis dengan dukungan teknologi dan staf profesional, di masa mendatang transaksi bisa mencapai 12.000 unit per hari dengan konstribusi 65% dari Cabang Semarang. (H36-27)

Jumat, 06 Maret 2009

GAJI TINGGI BUKAN SEGALANYA

Mengapa perputaran karyawan tinggi walaupun remunerasinya di atas rata-rata? Uangkah pemicunya? Atau ada faktor lain yang menentukan kesetiaan mereka?
....
Akhir tahun lalu, Lesmana, seorang teman lama yang ahli dalam pengembangan bisnis telekomunikasi mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan multinasional untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia ...Dia tertarik dan memutuskan untuk bergabung. Dia telah banyak mendengar tentang pimpinan perusahaan ini, yang sering diberitakan sebagai pemimpin visionaris dan legendaris.
...
Gaji Lesmana besar, perlengkapan kantornya mutakhir, teknologinyacanggih, kebijakan SDM-nya pro-karyawan, kantornya megah di daerah segitiga emas, bahkan kantinnya menyajikan makanan yang lezat dan murah. Dua kali dia dikirim keluar negeri untuk pelatihan. "Proses pembelajaran saya adalah yang tercepat di sini,"kata Lesmana "Sungguh menakjubkan bekerja dengan dukungan teknologi mutakhir seperti di perusahaan ini".
...
Siapa nyana dua minggu lalu, belum genap tujuh bulan bekerja diperusahaan itu, dia mengundurkan diri. Lesmana belum mendapatkan tawaran pekerjaan lain, tapi dia tidak sanggup lagi bertahan di sana.
...
Belakangan, sejumlah karyawan di divisi yang sama dengannya ikutresigned. Direktur utama perusahaan itu pun merasa tertekan karenaperputaran (turnover) karyawan sangat tinggi. Cemas memikirkan biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan untuk alokasi dana pelatihan karyawan. Ia juga bingung lantaran tidak tahu apa gerangan yang terjadi. Mengapa karyawan yang bertalenta bagus ini mengundurkan diri, padahal gajinya sudah cukup tinggi?
...
Lesmana resigned karena beberapa alasan. Alasan ini juga yang menyebabkan sebagian besar karyawan lain yang bertalenta tinggi akhirnya mengundurkan diri.
Beberapa survey membuktikan bahwa jika anda kehilangan karyawan berbakat, periksalah atasan langsung mereka.
Si atasan adalah alasan utama karyawan tetap bekerja dan berkembang dalam suatu perusahaan.
Namun dia jugalah yang menjadi alasan utama mengapa para karyawan berhenti dari pekerjaannya, membawa pergi pengetahuan, pengalaman dan klien mereka. Bahkan tidak jarang selanjutnya secara terang-terangan berkompetisi dengan perusahaan bekas tempatnya bekerja.
...
"Karyawan meninggalkan manajernya bukan perusahaannya, "kata para ahli SDM. Begitu banyak uang yang telah dikeluarkan untuk tetap mempertahankan karyawan berbakat, baik dengan memberikan gaji lebih tinggi, bonus ekstra maupun pelatihan mahal. Namun pada akhirnya, perputaran karyawan kebanyakan disebabkan oleh manajer/pimpinannya , bukan oleh hal lain.
Jika anda mengalami masalah turnover , maka pertama-tama periksalah kembali para manajer anda. Apakah mereka biang keladi yang membuat para karyawan tidak betah?.
Pada tahap tertentu, karyawan tidak lagi melihat jumlah uang yang iadapatkan, tapi lebih kepada bagaimana mereka diperlakukan dan seberapa besar perusahaan menghargai mereka..
Kedua hal ini umumnya tergantung dari sikap para pimpinan terhadap mereka. Dan sejauh ini, bekerja dengan atasan yang buruk sering dialami oleh para karyawan yang bekerja dengan baik.
Survey majalah Fortune beberapa tahun lalu mengungkapkan bahwa 75% karyawan menderita karena berada di bawah atasan yang menyebalkan. Dari seluruh penyebab stress ditempat kerja, seorang atasan yang jahat mungkin adalah hal yang terburuk, yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja dan mental para karyawan.
...
Simak saja kisah yang dikutip langsung dari"medan perang" ini.
Mulya seorang insinyur, masih bergidik saat membayangkan hari-hari dimana ia dimaki-maki bos di depan staf lainnya. Atasannya itu sering menghina dengan kata-kata yang kasar. Waktu menghadapi hal menakutkan itu, Mulya praktis tak punya nyali untuk menjawab. Ia kembali ke rumah dengan perasaan tidak keruan dan mulai menjadi kasar seperti sang atasan. Bedanya kekesalan ini dilampiaskan ke istri dan anak-anaknya, kadang juga ke anjing peliharaannya. Lambat laun, bukan pekerjaan Mulya saja yang kacau balau, pernikahan dan keluarganya pun hancur berantakan.
...
Nasib Agus juga setali tiga uang. Menceritakan "penyiksaan" yang dilakukan oleh bosnya gara-gara ada perbedaan pendapat yang tidakterlalu penting antara keduanya. Atasan Agus benar-benar menunjukkan rasa tidak suka terhadapnya. Ia tidak lagi diikut-sertakan dalam pengambilan keputusan. "Bahkan dia tidak lagi memberikan saya dokumen maupun pekerjaan baru," keluh Agus. "Sangat memalukan duduk di depan meja kosong tanpa tahu apapun dan tidak seorangpun yang membantu saya". Lantaran tidak tahan lagi, lalu Agus mengundurkan diri.
Para ahli SDM mengatakan, dari segala bentuk kekerasan, tindakan memperlakukan karyawan ditempat umum adalah yang terburuk.
Pada awalnya, si karyawan mungkin tidak langsung mengundurkan diri, akan tetapi pikiran itu sudah tertanam. Jika kejadian terulang lagi, pikiran tersebut akan semakin kuat. Dan akhirnya, pada kejadian yang ketiga, karyawan itu akan mulai mencari pekerjaan lain.
Ketika seseorang tidak bisa membalas kemarahannya, ia akan melakukan pembalasan "pasif".
Biasanya dengan cara memperlambat pekerjaan, berleha-leha, hanyamelakukan pekerjaan yang disuruh atau menyembunyikan informasi penting. "Jika anda bekerja untuk orang yang menyebalkan, pada dasarnya anda ingin orang itu mendapat kesulitan. Jiwa dan pikiran kita tidak menyatu lagi dengan pekerjaan kita," papar Agus.
Para manajer bisa menekan bawahan melalui beragam cara. Misalnya dengan mengontrol bawahan secara berlebihan, curiga, menekan, terlalu kritis, bawel dan sebagainya.
Namun para atasan tersebut tidak sadar bahwa karyawan bukan merupakan aset tetap, mereka adalah manusia bebas.
Jika ini terus berlanjut, maka seorang karyawan akan mengundurkan diri, walau tampaknya cuma karena masalah sepele saja.
Bukan pukulan ke-100 yang menjatuhkan seseorang, tapi 99 pukulan yang diterima sebelumnya.
Memang benar, karyawan meninggalkan pekerjaannya karena bermacam alasan untuk kesempatan yang lebih baik atau kondisiyang tidak memungkinkan lagi. Namun banyak yang semestinya tetap tinggal jika tidak ada satu orang (seperti atasan Lesmana) yang terus-menerus mengatakan, " Kamu tidak penting, saya bisa dapat lusinan orang yang lebih baik dari kamu!".
Kendati tersedia segudang pekerjaan lain (terlebih dalam keadaan pengangguran tinggi sekarang ini), bayangkanlah sesaat, berapa biayaatas hilangnya seorang karyawan yang bertalenta tinggi. Ada biaya yang harus dibayar untuk mencari pengganti, ada biaya pelatihan bagi pengganti karyawan tersebut. Belum lagi akibat yang ditimbulkan karena tidak ada orang yang mampu melakukan pekerjaan itu saat calon pengganti sedang dicari, kehilangan klien dan kontak yang dibawa pergi karyawan yang hengkang, penurunan moral karyawan lainnya, hilangnya rahasia penjualan dari karyawan tersebut yang seharusnya diinformasikan ke karyawan lainnya, dan yang terutama turunnya reputasi perusahaan.
Lagi pula, setiap karyawan yang pergi, bagaimanapun juga akan menjadi "duta" untuk mewartakan hal yang baik maupun yang buruk dari perusahaan itu.
Kita semua tahu suatu perusahaan telekomunikasi besar yang orang-orang ingin sekali bergabung, atau suatu bank yang hanya sedikit orang ingin menjadi bagiannya. Mantan karyawan kedua perusahaan ini telah keluar untuk menceritakan kisah pekerjaannya.
"Setiap perusahaan yang berusaha memenangkan persaingan harus memikirkan cara untuk mengikat jiwa setiap karyawannya, " kata Jack Welch mantan orang nomor satu di General Electric.
Umumnya nilai suatu perusahaan terletak "diantara telinga" para karyawannya.
Karyawan juga manusia, punya mata, punya hati, punya pikiran dan punya rasa malu serta harga diri .....
JUNIUS LEE,
CEO & Managing Consultant
JCI Kimberley Executive Search International
(Recruitment Consultants)

Senin, 02 Maret 2009

Loyalitas atau Pindah ?!?!?

Senin, 23 Februari 2009 15:57:05 ========== Salam Super Pak Mario, Pada posisi kerja saya sekarang ini, saya memegang kerjaan yang sangat berat mulai dari analis, database administrator, programer aplikasi. semua itu jadi beban saya karena keadaan yang memaksa, dikarenakan kurang adanya kompetensi teman-teman dikantor, untuk posisi tersebut. Tetapi dengan keadaan tersebut perusahaan, tidak memberikan penghasilan yang lebih pula, malah kadang-kadang menuntut saya bekerja pada waktu yang di luar jam kantor pula. Pertanyaannya: Apa saya sebaiknya tetap menjunjung tinggi loyalitas di perusahaan atau coba beralih ketempat lain ? Terima kasih dan Salam Super Andi, Bandung ============== Mario Teguh menjawab: Saudara Andi yang baik, terima kasih atas pertanyaan baik Anda. Mohon Anda ingat bahwa, Jangan pernah harapkan imbalan lebih banyak daripada hasil yang Anda kontribusikan. Dengan sikap itu, Anda akan terbantu untuk memaksimalkan ukuran dan kualitas kerja Anda, tanpa lebih dahulu membutuhkan ketenangan karena jaminan bayaran yang sesuai. Oleh sebab itu, lebih baik Anda menjadi orang yang bekerja lebih keras bila dibandingkan dengan jumlah uang yang Anda terima. Karena, hukumnya adalah, bila Anda melakukan lebih banyak untuk bayaran yang Anda terima, Anda akan dibayar lebih untuk yang Anda lakukan. Yakinilah, bahwa dia yang melebihkan kebaikan untuk orang lain, akan dilebihkan kebaikan baginya. Kecemerlangan hidup adalah kepastian bagi mereka yang mengupayakan yang terbaik dari apa pun yang sedang mereka hadapi. Sehingga , bila tempat dimana Anda mengabdi sekarang lalai dalam mengenali kontribusi Anda – dan Anda tidak akan mengurangi kesungguhan dan kualitas kontribusi Anda, karena Anda tahu dengan pasti bahwa bila Anda tidak dikenali baik disini, Anda akan dikenali lebih baik di tempat lain. Seperti segala sesuatu dalam kehidupan karir kita, pengenalan yang baik itu bukanlah masalah kemungkinan, tetapi masalah waktu. Begitu dulu ya, Saudara Andi. Semoga membantu. Salam Super, Mario Teguh http://mtsrw.com/what+do+i+really+want/keputusan+apa+yang+saya+ambil+%2C+menjunjung+loyalitas+atau+pindah.mtsrw

Jumat, 27 Februari 2009

Beda

Dua orang pemuda sedang menggembalakan sapi mereka. Sambil menunggui sapi-sapi mereka merumput, keduanya pun berbincang-bincang di bawah pohon. Pemuda 1 : Hm, kalau dilihat dari depan, sapi kita tidak ada bedanya yah? Pemuda 2 : Betul juga. Jangan-jangan nanti bisa tertukar. Pemuda 1 : Aku ada ide. Bagaimana kalau kau potong saja sebelah telinga sapimu? Jadi kita bisa bedakan. Pemuda 2 : Ide bagus. Akhirnya mereka memotong sebelah telinga sapi milik Pemuda 2. Pemuda 1: Wah... akhirnya... sapi kita tidak akan pernah tertukar. Pemuda 2: Benar. Tapi..... kalau dari belakang kok tetap sama yah? Pemuda 1: Benar juga. Jadi bagaimana? Pemuda 2: Begini, karena sapiku sudah dipotong telinganya, bagaimana kalau sekarang sapimu yang dipotong ekornya? Pemuda 1: Setuju !! Dan mereka pun memotong ekor sapi milik Pemuda 1. Pemuda 1: Nah, akhirnya sapi kita benar-benar tidak akan pernah tertukar. Pemuda 2: Iya. Eh, bagaimana kalau sekarang kita tes dulu. Tuh, ada anak SD lewat. Kalau anak SD saja bisa membedakan, apalagi orang dewasa kan? Pemuda 1: Benar juga. Ayo kita panggil anak itu. Pemuda 1: Nak, bisa tidak kau membedakan kedua sapi itu? Anak SD : Jelas saja bisa. Yang satu warnanya putih, yang satu warnanya coklat. ??????? Oleh : Nurrahmah http://www.andriewongso.com/awartikel-2416-AW_Jokes-Beda

Mensyukuri Perbedaan

...................
Orang yang duduk di depan itu tampak dengan berapi-api menjelaskan segala macam argumentasinya untuk mencoba memberi alasan logis atas pendapatnya. Terkadang disela kalimatnya, nada bicaranya harus meninggi. Dari rentetan kalimat yang diucapkannya, sangat terasa bahwa orang ini –sebut saja Pak Bejo-, sangat berusaha ingin meyakinkan para pendengarnya bahwa pendapatnyalah yang benar.
Ketika Pak Bejo selesai bicara panjang lebar, kemudian giliran moderator mempersilahkan seorang tua lain yang duduk di meja seberang pak Bejo –sebut saja namanya pak Untung- untuk bicara. Giliran pak Untung bicara. Tak kalah gegap gempitanya dengan pak Bejo. Dan yang menarik, semua ucapan pak Untung ini berbeda seratus delapan puluh derajat dengan pak Bejo. Pak Untung menganggap pendapat pak Bejo salah, dan dengan sama meyakinkannya, berbekal dalil-dalil yang bersumber dari referensi yang sama dengan yang diucapkan pak Bejo sebelumnya, pak Untung seolah memberi pandangan persepsi lain atas referensi itu.
....................
Peristiwa di atas adalah salah satu acara di televisi yang menampilkan dua orang yang berdebat dari dua kubu yang berpendapat berseberangan akan suatu hal. Ditemani oleh satu orang moderator yang selalu tertib menjalankan tugasnya agar pembicaraan tidak melebar kemana-mana dan semua yang hadir di situ menghargai waktu dan tata tertib yang sudah ditentukan.
Menjelang akhir acara suasana semakin memanas. Beberapa kali diiringi tepuk riuh para penonton akan pendapat salah satu pembicara yang merasa berhasil mengemukakan pendapat yang bisa mengunci argumentasi lawannya. Bahkan beberapa kali moderator tampak kewalahan harus memotong pembicaraan, ketika pak Bejo dan pak Untuk sudah saling bantah-membantah diluar kendali atas kesempatan bicara yang diberikan moderator kepada mereka.Tak lama kemudian waktu habis.
Ditutup begitu saja. Singkat moderator hanya memberi kata perpisahan dan semuanya dikembalikan kepada penonton. Banyak orang mungkin kemudian berpendapat, betapa pak Untung dan pak Bejo ini pastilah dua orang seteru yang selalu berseberangan dalam segala hal dan setiap pertemuan. Orang kemudian membayangkan betapa tegangnya suasana setiap mereka bertemu.
Tapi anggapan itu ternyata keliru! Bersamaan dengan selesai acara di tivi itu, ‘running-text’ penanggung jawab acara mulai terlihat, kamera ternyata menangkap –atau mungkin sengaja memperlihatkan- pak Bejo dan pak Untung saling berdiri mendekat, bersalaman dengan senyum lebar, saling rangkul. Bahasa tubuh mereka begitu hangat seperti layaknya dua sahabat yang saling bertemu.
Lalu apakah adu mulut yang mereka pertontonkan sebelumnya adalah sebuah sandiwara? Bukan! Mereka adalah orang-orang terhormat yang masing-masing memiliki prinsip dan nilai yang dengan kuat mereka genggam dan harus mereka pertahankan. Tapi mereka juga orang-orang yang telah matang dan dewasa dalam melihat kehidupan, bahwa perbedaan itu sebuah keniscayaan Sang Pencipta. Sehingga sebeda apa pun kita dengan orang lain, haruslah tetap pada koridor bahwa kita akan tetap menghargainya sebagai sesama manusia.
Dalam lingkup keluarga, sebuah kumpulan manusia yang paling kecil sekalipun, pastilah suatu saat ada beda pendapat. Dengan perbedaan itulah kita seharusnya belajar untuk melihat sisi lain atas pendapat kita sendiri. Dan beda pendapat tidak seharusnya mengurangi rasa sayang antar sesama anggota keluarga.
Se-solid apa pun sebuah organisasi, secara internal pastilah pernah terjadi silang pendapat. Justru beda pendapat inilah yang seharusnya memperkaya lingkup pandang dan wawasan organisasi itu tanpa harus mengurangi rasa saling menghormati sesama anggota organisasi.
Negara kita adalah negara yang begitu banyak terdapat bermacam-ragam perbedaan. Justru itulah kekayaan dan kekuatan kita dalam kesatuan Negara ini. Sungguh saya bersyukur, dalam pembelajaran dan pendewasaan bangsa ini, acara-acara debat semacam yang saya ceritakan diatas semakin banyak digelar. Baik di tivi, radio maupun off-air. Dan orang melihat, ketika acara selesai dua pihak seperti layaknya dua teman, saling sapa, saling tersenyum, makan bersama, saling menanyakan perihal keluarga mereka.
Bersyukurlah bahwa kita manusia diciptakan berbeda, sehingga punya kesempatan untuk belajar menjadi dewasa dan mensyukuri perbedaan ini.
26 Februari 2009
Pitoyo Amrih

THE LAST LECTURE

Pernah sekali seorang dosen matematika memberikan saya sebuah rumus kehidupan, kata beliau cita-cita sama dengan harapan ditambah usaha. Artinya selama kita memiliki keinginan maka selama itupula kita wajib berusaha dan berjuang. Kadang kita menang dan mendapatkan apa yang kita inginkan. Kadang pula kita gagal meraih apa yang kita inginkan. Patutkah kita kecewa ? Patutkah kita marah dan menyalahkan nasib ? Atau justru menyerah dan cukup pasrah ?
Topik ini pernah saya diskusikan dengan Mpu Peniti, mentor saya. Sebagai bahan pemikiran, beliau lalu mengisahkan tentang 2 orang pendaki gunung. Yang pertama adalah pendaki gunung terkenal, ia sudah berhasil mendaki puncak gunung Everest 6 kali. Pendaki gunung kedua, kebetulan pendaki amatir yang baru pertama kali ingin mencoba mendaki gunung Everest. Suatu hari keduanya memutuskan untuk mendaki gunung Everest, yang satu dari Utara dan yang satu dari Selatan. Karena badai yang datang tiba-tiba, keduanya meninggal di pertengahan jalan.
Semua koran dan media lalu memberitakan tentang kematian pendaki yang pertama. Dan merasa kehilangan yang sangat besar. Maklum pendaki pertama memiliki reputasi segudang. Pemakamannya juga sangat meriah luar biasa. Mirip sebuah pementasan akbar. Tetapi pendaki kedua tidak ada yang memberitakan. Semata karena ia pendaki amatir yang tidak dikenal. Ia bukanlah siapa-siapa. Pemakamannya sangat sederhana. Tetapi dihadiri sejumlah kerabat dekat, dan mereka semua menangis sedih. Mereka tahu betul pendaki kedua mempersiapkan diri sungguh-sungguh selama lima tahun. Mendaki Everest adalah cita-cita terbesar miliknya.
Pendaki pertama yang telah berhasil mendaki Everest 6 kali dan sukses, melakukan pendakian ke 7 hanya karena ingin memecahkan rekor. Lalu Mpu Peniti, bertanya serius kepada saya. Manakah perjuangan dan usaha yang lebih bernilai dan berarti ? Pendaki pertama ? Atau malah pendaki yang kedua ? Saya sempat terhenyak tidak tahu jawaban yang pasti. Berhari-hari saya memikirkan jawaban dari teka-teki ini. Tidak ada satu jawaban-pun yang pas mengena dan menjawab tuntas.
Dalam perjalanan pulang dari Denver ke Jakarta, saya sempat mampir di San Francisco. Pagi itu saya membaca sebuah berita unik, yaitu sebuah orbituari tentang Prof. Randy Pausch. Kebetulan saya baru membeli buku beliau “The Last Lecture” – dan belum sempat membacanya. Prof. Randy Pausch adalah seorang profesor dibidang keilmuan komputer, yang malang terkena penyakit kanker pankreas. Universitas Carnegie Mellon tempatnya mengajar, lalu menawarkan kepada Prof. Randy untuk memberikan ‘kuliah tearkhir’. Kuliah itu dihadiri oleh 400 orang, pada September 2007. Dan di posting pula di internet, dan menjadi buah bibir yang fenomenal. Karena isinya begitu menyentuh banyak orang tentang bagaimana hidup dan mati yang sempurna.
Lalu atas desakan banyak orang, kuliah terakhirnya diminta untuk dibuku-kan. Prof. Randy lalu menyewa seorang penulis Jeffrey Zaslow dari Wall Street Journal untuk menulis bukunya. Selama 50 hari, setiap hari ketika bersepeda, Prof. Randy mendikte-kan pemikirannya lewat telpon seluler kepada Jeffrey. Dan jadilah buku dengan judul yang sama “The Last Lecture” yang terbit April 2008. Ada sebaris kalimat beliau yang sangat menyentuh hati saya : “Experience – is what you get when you didn’t get what you wanted”. Prof. Randy tidak sedikit-pun memiliki perasaan negatif tentang perjalanan hidupnya. Dan kalimat itu pula yang menjadi jawaban yang saya rasakan pas soal teka-teki Mpu Peniti. Bahwa setiap langkah yang kita ambil dalam perjalanan hidup ini, tidak ada satu-pun yang berarti gagal. Sebab sesungguhnya sukses dan gagal adalah sama-sama sebuah pengalaman. Hanya saja keduanya memang berbeda.
Malam harinya, saya ngopi bersama teman lama di Tart & Tart, sembari menikmati kue cheese-cake kesukaan saya. Ia bercerita bahwa ia hampir saja selesai membangun rumahnya. Secara getir ia menceritakan bahwa rumahnya dibangun selama hampir 4 tahun. Semata karena ia mempercayakan kontraktor pembangunan rumahnya, kepada saudara tirinya. Dan hasilnya memang amburadul. Mulanya ia kecewa luar biasa. Emosinya terkuras antara marah dan air-mata. Tetapi ia teruskan perlahan dengan selangkah demi selangkah. Di akhir ceritanya, ia betul-betul menyimpulkan bahwa yang tadinya ia anggap sebuah kegagalan total, ternyata menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa. Ia bergurau kepada saya, bahwa kini ia tahu caranya membangun sebuah rumah mulai dari mengurus ijin, membangun-nya, hingga memasang instalasi listrik. Persis seperti ungkapan Prof. Randy, bahwa dalam hidup ini tidak ada yang terbuang percuma dan menjadi kegagalan. Karena semuanya akan menjadi pengalaman yang tak ternilai harganya.
Apapun bentuknya. Sukses dan gagal. Keduanya sama-sama pengalaman !

Memaknai Jargon ‘Take Action’

Oleh: Anang YB
Setahun lalu ada dua tetangga saya yang di PHK bersamaan. Keduanya bisa mendadak menganggur bersamaan karena memang bekerja di satu pabrik yang sama. Yang membedakan keduanyanya adalah warna seragam mereka. Tetangga yang satu kerah bajunya berwarna biru, sedangkan tetangga satunya lagi berkerah putih dan biasa terlilit dasi.
Biarpun tenggorokannya biasa terlilit dasi, tapi tetangga saya ini –saya biasa memanggilnya Pak Manuel- jauh lebih banyak bicara dibandingkan Mas Mancuk rekan sekantornya yang levelnya jauh di bawah Pak Manuel. Sayangnya, keduanya bernasib sama buruknya, yakni tak mendapat pesangon sepeser pun karena pemilik perusahaan kabur entah ke mana.
“Kini saatnya saya untuk take action,” kata Pak Manuel mantap. Saya langsung nyambung dengan perkataan dia karena saya tahu kalau Pak Manuel sudah lama ingin menjadi entrepreneur. Berulang kali hal itu dia sampaikan ke saya. Konon, ada belasan mailing list bertema bisnis dia ikuti. Benar saja, belum seminggu Pal Manuel menganggur, dia sudah meyambangi saya dengan setumpuk dokumen yang dia unduh dari internet.
“Jaman sudah berubah, Pak!” kata Pak Manuel. “Bisnis modern bisa dilaksanakan secara simple dan tak perlu modal yang besar. Yang penting positioning kita. Cukup kita pasang mata lebar-lebar dan cari tahu apa yang paling dibutuhkan masyarakat. Asal jeli, kita pasti dapat satu produk yang dijamin bakal diburu masyarakat. Saya jamin itu.” Saya pun mengangguk-angguk. Pak Manuel lantas menunjukkan artikel tentang perjuangan pendiri Amazon dotcom, Google dan termasuk beberapa pebisnis lokal yang sukses besar setelah memanfaatkan dunia maya. Pak Manuel pun menceritakan ide bisnisnya yakni berjualan GPS (Global Postioning System). “Saya bersyukur dan berkeyakinan Indonesia tidak pernah lepas dari kemacetan di jalan raya. Ujung-ujungnya setiap orang bakal butuh piranti pemandu jalan. Jadi, sangat pas bila saya menjual GPS,” tutur Pak Manuel.
Pak manuel pun dengan penuh semangat menghabiskan waktu sebulan penuh untuk mencari agen GPS terbaik. Beberapa kali dia mencoba membuat deal dengan agen lokal namun selalu dibatalkannya. Entah karena dia anggap tidak bonafid, tidak memiliki itikat baik, dan seterusnya. Akhirnya menginjak bulan kedua, Pak Manuel pun mendapat mitra langsung dari Taiwan. Tidak berhenti di situ, Pak Manuel pun lantas merancang website untuk usaha barunya itu. Biar pun tak punya latar belakang di bidang disain web, Pak Manuel terus asyik membuat toko online. Dicobanya menggunakan Joomla, Oscommerce hingga wordpress dengan sekian banyak plug-in pembuat toko online. Tak puas dengan itu semua, dicari dan terus dicobanya berbagai freeware yang bertebaran di internet. Suatu ketika saya bertanya mengapa dia tidak membeli disain toko online yang siap pakai? Dengan tegas dijawabnya bahwa kalau bisa membuat sendiri, mengapa juga musti mengeluarkan uang? Jawaban yang sama juga dilontarkannya ketika dia bermaksud menggunakan hosting dan nama domain gratis. Bahkan dengan bangga ditunjukkannya sekian banyak penyedia hosting gratis yang sekaligus menjanjikan bakal memberikan sekian dollar bila pemakai mampu mengajak orang lain untuk menggunakan hosting gratisan serupa.
Selama beberapa bulan tenggelam dalam keasyikan membuat toko online, membuat Pak Manuel mondar-mandir ke warnet. Kok tidak langganan internet di rumah pak? Tanya saya. Lho buat apa? Sahut dia. Efisiensi musti diterapkan sejak awal sebuah bisnis dibangun. Untuk apa saya berlangganan internet 1 GB kalau kebutuhan saya hanya beberapa megabyte? Jawab Pak Manuel yakin sekali.
Memasuki bulan keenam sejak menganggur, situs toko online Pak Manuel pun siap. Saya pikir bisnis barunya bakal segera grand opening. Nyatanya tidak. Saya perlu melengkapi toko online saya, katanya. Lagi-lagi dia menunjukkan satu tulisan yang dia comot dari internet. Semestinya sebuah toko online bisa menjadi one stop shopping, papar Pak Manuel. Pinginnya, saya akan melengkapi toko online saya dengan barang-barang selain GPS. Tak masalah, saya sudah punya nomor kontak agen alat survey, theodolith, compass, dan gadget sebangsa itu. Jadi launching situs saya –untuk sementara waktu- akan saya tunda. Tak masalah, lebih baik saya mundur satu langkah untuk membuat satu lompatan besar, betul kan? Tanya dia. Saya hanya bisa mengangguk sambil menarik napas panjang.
*** Bagaimana dengan nasib Mas Mancuk rekan sepabrik Pak Manuel yang sama-sama jadi Penganggur? Ah, kisah dia tidak begitu menarik. Yang saya dengar, sehari setelah di-PHK Mas Mancuk menjual motor bebeknya. Uang hasil penjualan motor dia belikan satu sepeda, satu buah blender, beberapa kotak Pop Ice aneka rasa dan perlengkapan membuat Pop Ice seperti gelas plastik, sedotan, agar-agar dan sebangsa itu. Hanya dua hari Mas Mancuk menganggur. Pada hari ketiga sejak di-PHK, Mas Mancuk sudah memulai hidup baru sebagai penjual Pop Ice.
*** Satu tahun sudah terlewati sejak kedua tetangga saya itu di-PHK. Kini saya baru sadar ternyata saya terlalu menganggap remeh langkah Mas Mancuk. Jangan kaget bila warung Pop Ice Mas Mancuk makin ramai. Tak hanya satu, kini Mas Mancuk punya empat blender sekaligus. Tak hanya menjual Pop Ice, jus buah segar pun dia jual. Bila siang menjelang, pastilah warung itu menjadi ramai oleh anak-anak sekolah yang mampir untuk meneguk es sebelum pulang ke rumah. Warung Mas Mancuk pun menjual aneka kue basah, roti, dan aneka gorengan. Bahkan Mas Mancuk pun menjadi agen brownies dan roti tart. Bila pagi datang, berderet para pembuat kue menitipkan barang dagangannya pada Mas Mancuk. Hidup Mas Mancuk sudah berubah walau tidak sefantastis gambaran indah yang ditawarkan para pelaku internet marketer. Motor bebek sudah dimilikinya kembali. Anak satu-satunya pun tampak sehat dan paling hobi berkeliling dengan sepeda gunung hadiah ulang tahun dari kedua orang tuanya.
Oh ya, bagaimana dengan keadaan Pak Manuel sekarang? Tentu saja dia masih konsisten dengan kegiatan sehari-harinya: berbekal uang sepuluh ribu rupiah pemberian isterinya yang bekerja menjadi bidan, dia masih setia menyambangi internet dan duduk manis di sana selama dua jam! salam,
Anang YB, Alumni workshop ”Cara Gampang Menulis Buku Best-Seller batch VII”; http://www.jejakgeografer.com/