Ada lima tingkatan doa yang akan mengantarkan seseorang dalam mencapai kebahagiaannya. Setiap tingkatan akan memberikan hasil yang kualitas dan kuantitasnya berbeda.
PERTAMA
Doa yang berdagang dengan Allah. Inilah doa yang sangat egoistik dan berorientasi pada keuntungan pribadi. Kebahagiaannya bersifat jangka pendek, individual, dan sempit.
Memandang Allah sebagai partner bisnis yang harus dieksploitasi, dan dikeruk sebanyak-banyaknya. Biasanya, ia suka menyebut-nyebut kebaikan yang telah dilakukannnya.
KEDUA
Adalah doa yang menempatkan Allah sebagai Tuhan tempat bergantung segala masalah kehidupannya. Orang yang berdoa dengan cara ini merasakan rasa aman lebih besar dalam hidupnya dibandingkan cara pertama. Karena ia merasa memiliki pelindung dan tempat curhat yang bisa dipercaya. Ia pun sering meminta segala yang dibutuhkannya kepada-Nya.
Kelemahannya, ia bisa terjebak menjadi orang yang peminta-minta. Segalanya dimintakan kepada Allah, dan kemudian menjadi malas bekerja. Padahal Allah menyukai orang yang bekerja keras dalam mencapai kesuksesannya.
KETIGA
Adalah orang yang berdoa dengan rasa malu kepada Allah. Ia berusaha untuk bersikap lebih santun kepada-Nya. Tidak berdagang, juga tidak minta ini minta itu semau-maunya, karena ia tahu bahwa Allah adalah Dzat Maha Mengetahui dan Maha Pemurah.
Dia sudah mengerti apa yang dibutuhkan hamba-hamba yang berdoa kepada-Nya. Dan Dia pasti memberikan yang terbaik. Karena itu, dalam doa tingkat ketiga ini seseorang yang berdoa tidak lagi berdoa lama, panjang, dan detil. Ia lebih pintar dan cerdik dalam berdoa.
Doanya strategis, pendek, dan berserah diri kepada Allah. Ia selalu meminta apa yang terbaik buat dirinya. Apa yang dibutuhkannnya, bukan apa yang diinginkannya. Maka kebahagiaan yang diterimanya pun semakin bermakna.
KEEMPAT
Adalah doa orang-orang yang bijak. Bukan hanya cerdik dan pintar. Orang yang bijak adalah orang yang ketika berdoa tidak menyuruh Tuhan, melainkan berterima kasih kepada Allah. ia sudah tahu, bahwa ia tak pernah berdoa minta ini minta itu, karena dengan berterima kasih dan bersyukur kepada-Nya pun Allah akan terus menambahkan kenikmatan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Kehidupannya berkelimpahan dan berkecukupan, di dunia dan akhirat, karena rasa syukurnya.
KELIMA
Adalah doa orang yang dekat dengan Allah. Yaitu orang yang tidak pernah berpikir untuk meminta kepada Allah, karena ia tahu bahwa Dia selalu memberi apa yang kita butuhkan sebelum kita meminta. Yang ada dalam pikirannya justru adalah bagaimana ia bisa 'membantu' Allah untuk menebarkan rahmat bagi makhluk-makhluk-Nya.
Semangatnya bukan meminta-minta, melainkan jihad fi sabilillah - berjuang dan beramal kebajikan sebanyak-banyaknya di jalan Allah. Ia tahu persis inilah misi sesungguhnya seorang muslim - rahmatan lil alamin...
Wiridannya setiap hari - dari bangun tidur sampai tidur kembali adalah: bagaimana saya bisa menebarkan rahmat dan karunia Allah kepada orang lain yang membutuhkan. Saya sudah diberi Allah, maka saya pun mesti memberikan kepada orang lain...
Hidupnya selalu penuh dengan rasa syukur. Yang dihitung-hitungnya setiap hari bukanlah 'apa lagi yang harus saya peroleh' hari ini, melainkan 'apalagi yang sudah saya terima' hari ini. Kemudian mensyukurinya. Dan melimpahkan kepada orang lain seberapa pun yang ia mampu melakukannya. Maka, ia memperoleh tambahan lagi dari Allah karena telah mensyukuri nikmat-Nya, dan melimpahkan lagi kepada hamba-hamba-Nya yang membutuhkan pertolongan.
Ia telah berdoa kepada Allah dengan cara 'bersyukur dan berbuat' di jalan-Nya. tak ada ucapan meminta yang keluar dari mulutnya. Juga tak ada ungkapan doa yang terbisik dalam hatinya. Yang ia bisikkan dalam hati maupun lewat mulutnya adalah rasa syukur atas segala karunia-Nya. Dan keinginan untuk beramal kebajikan sebanyak-banyaknya, sebagaimana Allah telah banyak berbuat baik kepadanya.
Semua itu ia jalankan berdasar rasa kasih dan sayang, sebagaimana ia telah menerima demikian banyak kasih sayang itu dari Allah Yang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi, Huwa Ar Rahman Ar Rahim....
QS. Asy Syuura (42):23
Itulah (karunia) Allah (untuk) membahagiakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. katakanlah: "Aku tidak meminta kepada mu sesuatu upah apapun atas apa yang aku perbuat ini kecuali kasih sayang dalam persaudaraan". Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri...
wallahu a'lam bishshawab
============
Dari buku berjudul " Berdoa ataukah MENYURUH TUHAN"
Penulis: Agus Mustofa
Serial ke-23 Diskusi Tasawuf Modern
