(Jangan Takut Bereksplorasi/Berexperimen dengan Hal-hal Baru)Apakah perbedaan antara naluri Manusia dengan naluri Tikus?. Perbedaan itu digambarkan dengan jelas oleh Spencer Johnson dalam bukunya yang berjudul Who Moves My Cheese. Dalam buku tersebut, diceritakan manusia pada dasarnya adalah makhluk yang terprogram oleh rutinitas. Tindakan-tindakannya dikendalikan oleh kebiasaan-kebiasaannya (habit). Artinya, manusia cenderung berorientasi pada masa lalu (kebiasaan-kebiasaan).
"Cheese" (keju) diartikan sebagai sesuatu yang dicari manusia. Bisa berupa kebahagiaan, makanan, rezeki, harta, atau apa saja. Maka ketika manusia menemukan sesuatu, dan ketika itu berulang-ulang selalu ada di sana, ia pun akan secara otomatis datang ke sana. Mula-mula Anda membentuk kebiasaan tapi lama-lama kebiasaan telah membentuk Anda. Tapi bagaimana bila suatu ketika "cheese" itu tiba-tiba tidak ada di sana Betul! Manusia cenderung akan komplain, berteriak meminta agar siapa saja yang mengambil mengembalikannya.
Tapi setelah berhari-hari ditunggu cheese itu tetap tidak ada lagi di sana, mereka memilih diam, mereka seakan kehabisan akal. Satu-satunya yang tersisa tinggal harapan, yaitu harapan "cheese" itu akan kembali lagi. Maka mereka pun menungu, dan menunggu, sampai mereka menjadi tua, renta, dan bodoh.
Bagaimana dengan Tikus?
Tikus selalu digambarkan sebagai hewan yang rajin dan cerdik. Ketika "cheese" itu tiba-tiba hilang, tikus tidak tinggal diam, melainkan terus bergerak tanpa pernah putus asa. Sampai suatu ketika mereka menemukan sumber baru di tempat yang sama sekali berbeda. Tikus menemukan sesuatu yang baru, karena berorientasi pada tindakan dan tidak takut bereksperimen.
Pelajaran yang bisa diambil:
Jangan putus asa, jangan biarkan diri Anda menjadi tua, renta dan bodoh dengan berorientasi pada masa lalu. Beranilah bereksperimen dan mencari cara-cara baru, dan bertindak. Manusia "tikus" adalah manusia yang tidak berdiam diri, selalu bergerak ke depan mencari cara-cara baru dan jalan-jalan baru.
Rhenald Kasali, Ph.D. dalam Bukunya "CHANGE!" hal.256-258
Tidak ada komentar:
Posting Komentar