04 April 2010 16:49 wib Daerah
Semarang, CyberNews. Voucher (isi ulang) pulsa dalam bentuk elektrik saat ini menjadi pangsa pasar yang sangat menggiurkan, hal itu berjalan selaras dengan makin banyaknya masyarakat yang memerlukan fasilitas telekomunikasi mobil.
Ceruk yang begitu besar ini, sangat dirasakan oleh Rudy M alif sebagai peluang usaha yang sangat menggiurkan. Dia pun pada tanggal 23 Maret 2008 mencoba membuka usaha voucher tersebut dengan ikut franchise di PT. Hitam Putih Elektronik Indonesia, sebuah perusahaan brand untuk transaksi voucher all operator.
Ternyata pilihan Rudy untuk menjalankan usaha ini sangatlah tepat, bagaimana tidak? usaha yang dirintisnya tersebut pada tahun pertama tumbuh secara cepat. Transaksi yang dibukukan mampu meningkat hingga tembus 400%, saat itu transaksi yang dibukukan dari 700 transaksi/hari manjadi 4500 transaksi/hari.
Melihat perkembangan yang sangat menarik tersebut, Rudy selaku pemimpin dan pengelola proyek tersebut memutuskan untuk memisahkan diri dari franchise PT Hitam Putih Elektronik Indonesia pada 28 Oktober 2008 atau tepatnya 6 bulan semenjak bergabung.
Saat ini menurut Rudy dalam jumpa pers nya Minggu (4/4) siang tadi perusahaannya mulai lebih serius mengelola bisnis ini, hal itu dimulai dari pergantian nama perusahaannya menjadi CV. Hitam Putih Enterprise. Pergantian nama itu resmi disandang sejak 23 Maret lalu, Rudy menjelaskan kedepan perusahaannya itu tidak hanya fokus pada voucher elektrik saja namun akan melebarkan sayap ke usaha IT lainnya.
Pada 2010 ini perusahaannya sudah merencanakan bebarapa hal semisal adanya perubahan internal (perubahan nama perusahaan, logo, administrasi dan finance), penambahan investasi infrastruktur (server transaksi stok, penyempurnaan disaster recovery plan) serta mengembangkan media untuk marketing dan komunikasi. Ketiga hal tersebut diharapkan mampu membuat perusahaannya semakin maju kedepan.
Selain itu, Rudy menambahkan perusahaannya juga akan menularkan peningkatan sumber daya masyarakat di bidang IT dan kewirausaan carany dengan mengadakan seminar dan workshop yang kaitannya dengan tekhnologi terkini. "Bulan Juni mendatang kami akan membuat seminar IT dengan target peserta 300-500 peserta," katanya.
Perusahaan yang berpusat di jalan Jatingaleh II/2, 98 Semarang itu tidak menerapkan pembukaan cabang, tapi lebih mengoptimalkan main dealer dan dealer di daerah-daerah. "Dengan adanya sistem tersebut cost yang cukup besar untuk membuka cabang bisa kita maksimalkan untuk reward main dealer dan dealer," lanjut Rudy.
Rudy menambahkan perusahaannya lebih menekankan pada pelayanan konsumen dan harga yang kompetitif, sehingga ketepatan waktu terkirimnya pulsa ke pelanggan adalah indikasinya. Hitam Putih mentargetkan maksimal satu pulsa sudah terkirim ke pelanggan sejak transaksi. "Bila sampai 3 menit tidak ada respon, bisa langsung komplain," ungkanya secara serius.
( Wisanggeni /CN13 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar